Jumat, 29 April 2016

kunci hidup agar lebih baik

Randy Pausch, 47 tahun, seorang dosen ilmu komputer dari Universitas Mellon, United States meninggal akibat kanker pankreas yang dideritanya pada 2008 silam.
Di akhir hidupnya ia menulis sebuah buku yang berjudul "The Last Lecture" (Pengajaran Terakhir) yang menjadi salah satu buku best-seller di tahun 2007. Dan apa yang menjadi warisan yang ditinggalkannya?
Di dalam sebuah surat untuk istrinya, Jai, dan anak-anaknya, Dylan, Logan dan Chloe, ia menuliskan secara indah mengenai 'panduan menuju kehidupan yang lebih baik' untuk diikuti istri dan anaknya sbb :
KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK
PERSONALITY:
1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui
2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif
3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda
4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna
5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip
6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur)
7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda
8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini
9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci
10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak menganggu masa ini
11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda
12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup
13. Senyumlah dan tertawalah
14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan
COMMUNITY:
15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain
17. Ampuni setiap orang untuk segala hal
18. Sempatkan waktu bergaul dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun karena mereka banyak memberikan hikmah
19. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari
20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda
21. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik
LIFE:
22. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda
23. Tuhan menyembuhkan segala sesuatu
24. Lakukan hal yang benar
25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah
26. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!
27. Yang terbaik belumlah tiba
28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan
29. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu
30. Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita.

PEMAKAI BANGKAI

Wanita bernama Elle Kaye (22) memiliki selera makan yang lain daripada yang lain. Wanita asal Inggris ini diketahui suka memakan bangkai-bangkai hewan. Profesinya sebagai ahli taxidermy atau ahli mengawetkan hewan yang sudah mati untuk dijadikan karya seni di museum-museum mungkin menjadi salah salah satu penyebab ia seperti itu.
Di Indonesia, dulu ada Sumanto yang suka memakan tubuh manusia yang telah meninggal. Lalu ada Lagu Singgarimbun alias Pak Musik alias wak Balon (52) yang hobi memakan bangkai hewan dan kotoran manusia. Pak Musik, Warga Langkat, Sumut, tepatnya dari Dusun Sepirak, Desa Besadi, Kecamatan Kuala itu mengaku sudah 28 tahun menjalani hidup aneh itu. Dia mengaku, setidaknya dalam dua hari sekali, dia menyantap bangkai.
Jika mereka memakan bangkai dalam artian harfiah, sebenarnya banyak orang yang tanpa sadar juga hobi memakan bangkai dalam kesehariannya. Allah ‘azza wa jalla berfirman,
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat: 12).
Dalam ayat di atas, Allah ta’ala menyamakan orang yang mengghibah saudaranya seperti memakan bangkai saudaranya tersebut. Apa rahasia dari penyamaan ini?
Imam Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan, “Ini adalah permisalan yang amat mengagumkan, diantara rahasianya adalah:
Pertama, karena ghibah mengoyak kehormatan orang lain, layaknya seorang yang memakan daging, daging tersebut akan terkoyak dari kulitnya. Mengoyak kehormatan atau harga diri, tentu lebih buruk keadaannya.
Kedua, Allah ta’ala menjadikan “bangkai daging saudaranya” sebagai permisalan, bukan daging hewan. Hal ini untuk menerangkan bahwa ghibah itu amatlah dibenci.
Ketiga, Allah ta’ala menyebut orang yang dighibahi tersebut sebagai mayit. Karena orang yang sudah mati, dia tidak kuasa untuk membela diri. Seperti itu juga orang yang sedang dighibahi, dia tidak berdaya untuk membela kehormatan dirinya.
Keempat, Allah menyebutkan ghibah dengan permisalan yang amat buruk, agar hamba-hambaNya menjauhi dan merasa jijik dengan perbuatan tercela tersebut” (Lihat: Tafsir Al-Qurtubi 16/335), lihat juga:I’laamul Muwaqqi’iin 1/170).
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menjelaskan, “Ayat di atas menerangkan sebuah ancaman yang keras dari perbuatan ghibah. Dan bahwasanya ghibah termasuk dosa besar. Karena Allah menyamakannya dengan memakan daging mayit, dan hal tersebut termasuk dosa besar. ” (Tafsir As-Sa’di, hal. 745).
Al-Imam an-Nawawi berkata dalam al-Adzkar, "Adapun ghibah adalah engkau menyebut seseorang dengan apa yang ia tidak sukai, sama saja apakah menyangkut tubuhnya, agamanya, dunianya, jiwanya, fisiknya, akhlaknya, hartanya, anaknya, orang tuanya, istrinya, pembantunya, budaknya, sorbannya, pakaiannya, cara jalannya, gerakannya, senyumnya, muka masamnya, atau yang selainnya dari perkara yang menyangkut diri orang tersebut. Sama saja apakah engkau menyebut tentang orang tersebut dengan bibirmu, atau tulisanmu, isyarat matamu, isyarat tanganmu, isyarat kepalamu atau yang semisalnya...."
Lebih jauh lagi mereka yang termasuk si pemakan bangkai adalah orang yang rakus terhadap dunia. Para pemuja harta yang menghalalkan segala cara (koruptor misalnya). Orang yang orientasinya melulu duniawi sampaj melupakan ibadah dan dakwah. Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati sebuah pasar melalui sebagian jalan dari arah pemukiman, bersama dengan para sahabat yang menyertai beliau. Lalu beliau melewati bangkai seekor kambing yang telinganya cacat (berukuran kecil). Beliau pun mengambil kambing itu seraya memegang telinganya. Kemudian beliau berkata, “Siapakah di antara kalian yang mau membelinya dengan harga satu dirham?” Mereka menjawab, “Kami sama sekali tidak berminat untuk memilikinya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?” Beliau kembali bertanya, “Atau mungkin kalian suka kalau ini gratis untuk kalian?” Mereka menjawab, “Demi Allah, seandainya hidup pun maka binatang ini sudah cacat, karena telinganya kecil. Apalagi kambing itu sudah mati?” Beliau pun bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah dari pada bangkai ini di mata kalian.” (HR. Muslim).
Hadits tersebut menerangkan kepada kita betapa tidak ada nilainya kekayaan dunia semata jika tidak disertai dengan keimanan. Oleh sebab itu sebanyak apa pun harta yang dimiliki oleh seseorang jika tidak dilandasi dengan keimanan kepada Allah dan rasul-Nya, maka di akherat harta itu tidak bermanfaat bagi pemiliknya. Sebagaimana Allah ta’ala tegaskan hal ini dalam ayat (yang artinya), “Pada hari itu -kiamat- tidak bermanfaat harta dan keturunan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (QS. Asy-Syu’ara: 88-89).
Sa’id bin Jubair bertutur, “Kesenangan yang menipu adalah apa saja yang melalaikanmu dari mencari akhirat. Adapun yang tidak melalaikanmu, maka itu bukan kesenangan yang menipu, tetapi kesenangan yang akan mengantarkan kepada kesenangan yang lebih baik lagi.”
Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu pernah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berbaring di atas tikar berserat dan membekas di tubuh beliau. Ibnu Mas’ud menangis melihat orang yg paling mulia tidur di atas tikar sederhana. Lalu beliau menawarkan tikar yang lebih nyaman untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Akan tetapi, apa jawaban Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam? Beliau bersabda, “Apa urusanku dengan dunia ini? Tidaklah aku dibandingkan dunia kecuali seperti orang yang bepergian yang berteduh di bawah pohon kemudian istirahat, dan pergi meninggalkannya.” (HR. At-tirmidzi, dan berkata, “Hadits hasan shahih”).
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Bagi semua orang, dunia ini adalah tamu, dan harta itu adalah pinjaman. Setiap tamu pasti akan pergi lagi, dan setiap pinjaman pasti harus dikembalikan.”
Demikianlah kehidupan dunia, sangat remeh dalam pandangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Maka kita sebagai umat beliau, sudah semestinya mempunyai pandangan yang sama dengan beliau dalam meletakkan posisi dunia.
Orang yang menganggap dunia dgn segala isinya sebagai tujuan sadar atau tidak telah menyukai bangkai (kambing), membeli, bahkan mungkin sudah menjadi si pemakan bangkai. Sungguh sebuah perumpamaan yang menjijikkan sehingga membuat orang yang berakal akan berusaha sekuat tenaga dan selalu waspada agar tdk menjadi si pemakan bangkai dengan mencintai dunia dan lupa akhirat.
Yang menarik, dua perumpamaan si pemakan bangkai ini yang ditujukan kepada orang yg suka menggunjing dan orang yang cinta dunia seakan-akan menandaskan ada hubungan yg erat antara gunjingan dan cinta dunia. Orang yang suka bergunjing sebenarnya orang yg cinta dunia. Dan orang yang cinta dunia akan suka bergunjing.
Semoga kita tidak menjadi si pemakan bangkai yang menjijikkan. Na’udzubillah.##

Kamis, 28 April 2016

Lebih Mulia...

Akhirat itu lebih baik ....

Jangan sampai jadi LELAKI yg sekali ke masjid langsung di shaf pertama.... tapi posisinya di depan Imam

aku malu padamu Rabb...

tidak terima tapi terasa ...

Gambaran Indonesia saat ini .....

Jangan MALU terlihat MISKIN malulah ketika kita pura pura KAYA padahal dari hutang RIBA....


tawakal aja mas bro

makanya NGAJI yukkkk

-*Maafkan orang yg jauh dari Allah, yg berlama-lama dalam kejauhannya. Kasihani mereka karena belum pernah mendapat nikmatnya kebahagiaan, kecuali kebahagiaan semu yg menipu.
-*Jika engkau lebih peduli dgn apa kata Allah, maka orang lain akan lebih peduli dengan apa yg engkau katakan.
-*Setiap orang adalah budak bagi sesuatu. Dan jika engkau ingin menjadi budak yg merdeka, jadilah budak Allah saja.
-*Tidak ada Tuhan kecuali Allah itu berarti tdk ada yg ditakuti, dicintai, ditaati dan diharapkan bantuannya kecuali Allah

Buat Anak anaku angkatan 2016 Camkan Ini yaa ....

-*Rayakan keberhasilan kita. Namun tetapkan sasaran sedikit lebih tinggi setiap kali kita meraih keberhasilan.
-*Orang yang realistis percaya pada harapan. Orang yang beriman percaya pada keajaiban.
-*Tidak ada sumbangan yang paling dihargai orang lain kecuali telinga yang mau mendengarkan.
-*Komunikasi sejati terjadi jika telinga kita lebih berbicara daripada suara kita.
-*Banyak di antara kita yang lebih suka hancur oleh pujian daripada selamat oleh kecaman.
-*Keunggulanmu atas orang lain ditentukan oleh siapa yang paling bisa bersikap tenang dalam berbagai situasi.
-*Terlalu lama dalam zona nyaman membuat kita jadi takut dengan perubahan.

-*Miliki rumus hidup : "Apa pun yg terjadi tidak boleh mengganggu kebahagiaan saya." -*Jadilah seperti mata air yg jernih, selalu mengalir dan tdk pernah mau menerima kotoran. -*Kemuliaanmu diukur bukan dari kebaikan yg kamu lakukan di hadapan orang lain, tapi dari kebaikan yg kamu lakukan ketika sendirian. -*Semakin banyak aibmu maka semakin sulit engkau bahagia.


Jika engkau diingatkan tentang musuh-musuh Islam jangan engkau anggap itu seruan SARA atau memecah belah persatuan. Itu seruan kewaspadaan dan antisipasi terhadap gerakan musuh Islam. Jika engkau menganggp seruan itu SARA dan memecah belah, maka Al Qur'an adalah kitab yg paling SARA dan memecah belah --Naudzubillahimindzalik! -- karena di Al-Qur’an banyak sekali ayat yg membahas tentang musuh-musuh Islam dan strategi mereka. Ketahuilah! Musuh Islam itu nyata dan terus bergerak. Mereka berupaya agar umat Islam antipati terhadap ulama dan tokoh agamanya. Mereka berupaya menghilangkan kekhasan istilah dan budaya Islam atas nama toleransi dan kesamaan hak. Tujuannya, agar hilang kebenaran sejati dan yang muncul hanya relativitas nilai (kegalauan massal). Akhirnya setiap orang sibuk dgn pemuasan nafsu masing-masing dan tidak peduli dgn urusan orang lain. Dunia menjadi kacau, rahmatan lil alamiin tdk terjadi, dan mereka mereguk keuntungan dari kekacauan tsb. Umar bin Khattab ra berkata: "Barangsiapa yg tdk mengenal musuh-musuh Islam, maka sebenarnya ia belum mengenal kebenaran (Islam)."


maafkan aku yang dulu . . .sekarang pake Hijab dong


kami berdoa semoga Alloh menempatkannya di JannahNya "untuk seorang ulama pemberani seperti beliau...."