Minggu, 11 Maret 2012

man jadda wa jada? masiih zaman?


Anda pernah mendengar ungkapan Man Jadda Wa Jada?
Namun sudahkah Anda mengaplikasikan prinsip ini? Banyak
sudah tahu namun masih sedikit yang
mengaplikasikannya.
Banyak contoh yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari,
banyak orang yang tidak menerapkan prinsip ini. Mereka
cepat menyerah, berhenti berusaha, dan menyerah
pada nasib.

Ciri utamanya ialah suka mengatakan “saya tidak bisa”.
Definisi Man Jadda Wa Jada
OK, bagi yang tahu artinya, man jadda wa jada berarti
barangsiapa bersungguh-sungguh pasti dapat. Setahu
saya, ini bukan hadist, meski menggunakan bahasa Arab.
Mungkin sejenis pepatah Arab tetapi mengandung makna
yang dalam.
Kata kunci dalam pepatah ini ialah jadda atau bersungguh-
sungguh. Jadi, sejauh mana Anda sudah mengaplikasikan
pepatah ini ialah sejauh mana Anda bersungguh-sungguh.
Mengukur Man Jadda Wa Jada Pada Diri Anda
Silahkan Anda periksa pertanyaan berikut dan jawablah
dalam hati Anda. Silahkan Anda ukur diri Anda tanpa dalih
tanpa alasan (jika bersungguh-sungguh ingin maju).
Sudahkah Anda bersungguh-sungguh melihat peluang .
Coba lihat catatan Anda, sudah seberapa banyak potensi
peluang yang Anda catat?
Seberapa dalam Anda meneliti sebuah ide bisnis ?
Seberapa banyak ide-ide mengoperasikan bisnis yang
sudah Anda coba?
Seberapa banyak ide-ide pemasaran yang sudah Anda
lakukan?
Sudah berapa kali Anda gagal dan bangkit lagi mencoba?
Seberapa keras Anda mencari solusi masalah Anda?
Berapa banyak kontak yang sudah Anda kumpulkan untuk
mendukung bisnis Anda?
dan sebagainya.
Man Jadda Wa Jada Belum Membumi Jika Masih
Berdalih "Tapi saya…”. Yah… jika Anda masih suka mengatakan “tapi”
sebagai dalih tidak berusaha, artinya Anda belum
bersungguh-sungguh. Mungkin dalih Anda benar, tetapi
tetap saja Anda tidak meraih apa yang Anda inginkan .

Jika Anda memang bersungguh-sungguh, akan selalu ada
jalan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Akan selalu
ada jalan untuk menyelesaikan masalah Anda. Potensi
pikiran, hati, dan tubuh Anda sudah cukup untuk mengatasi
masalah Anda. Sebesar apa pun masalah Anda. Begitu juga
potensi Anda cukup untuk meraih pencapaian tertinggi yang
bisa dicapai manusia. Semua orang memiliki potensi yang
sama, yang berbeda ialah sejauh mana kita menggunakan
potensi tersebut. Sejauh mana kita membumikan man
jadda wa jada dalam hidup Anda.

Cara Membumikan Man Jadda Wa Jada
Langkah selanjutnya ialah kita harus membumikan Man
Jadda Wa Jada , bukan hanya pepatah penghias dinding,
tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan kita.

1. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan
mengalahkan rasa malas yang menghambat Anda untuk
bertindak.
2. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan mencari
cara mengatasi rintangan dan halangan yang ada di depan
Anda.
3. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan berusaha
melengkapi apa yang menjadi kekurangan Anda untuk
meraih tujuan besar Anda.
4. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan belajar jika
Anda belum bisa melakukan sesuatu yang diperlukan untuk
meraih sukses .
5. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda tidak akan
mudah berhenti, terus berpikir kreatif, mencoba dan
mencoba sampai Anda menemukan jalan yang tepat.
6. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda tidak akan kalah
dengan alasan, justru akan berusaha mengatasi alasan
tersebut.
Silahkan ukur diri Anda, sejauh mana Anda membumikan
man jadda wa jada dalam kehidupan Anda.
Cara Meraih Pencapaian Luar Biasa
Pikiran positif sangat penting, sebab semua berawal dari
pikiran Anda. Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Mungkin
Anda pernah mendengar apa yang disebut dengan kejaiban
berpikir positif, yang katanya “jika Anda berpikir bisa, maka
Anda akan bisa”. Tentu saja, sebagai seorang Muslim, kita
menambahkan insya Allah, sebab kita tidak bisa memastikan
secara mutlak. Pencapaian luar biasa akan Anda capai jika
Anda mulai berpikir positif, mulai yakin Anda bisa.
“Jika Anda berpikir bisa, insya Allah Anda akan bisa.”

Senin, 05 Maret 2012

Kata-kata Hikmah


BIASAKANLAH DIRIMU DENGAN KEBIASAAN HIDUP ITU SENDIRI

قام بترجمته : ابن عبد الجميل الشروي

الدهر يومان ذا أمن وذا خطر                              والعيش عيشان ذا صفو وذا كدر
أما ترى البحر تعلو فوقه الجيف                                      وتستقر بأعصى قاعه الدرر؟!
وفي السماء نجوم لا عداد لها                                          وليس يكسف إلا الشمس و القمر !!

1.Masa-masa yang dilewati manusia selama hidupnya itu hanya ada dua : masa yang aman tentram dan masa yang penuh kekhawatiran dan bahaya.
Dan kehidupan di dunia itupun hanya hanya memiliki dua bentuk : kehidupan yang menyenangkan dan kehidupan yang menyedihkan.
 2.Tidakkah kamu melihat bahwa bangkai-bangkai yang telah membusuk itu mengapung di atas laut
Sementara di kedalamannya terdapat berbagai macam mutiara ?!
3.dan di langit terdapat bintang-bintang yang tidak terhitung jumlahnya
Dan tidak satupun yang ditutupi ( sehingga menjadi gerhana ) kecuali matahari dan rembulan.

( الجوهر النفيس في شعر الإمام محمد بن إدريس  ص: 71-71)

kau kau si pencuri waktu ku. . .


Jika seseorang kehilangan prabot rumah tangga karena dicuri maling biasanya bikin geger.
tetapi kecurian waktu yang jika digunakan untuk mencari rizki akan bernilai berlipat-lipat dari
prabot rumah tangga. biasanya tidak heboh, bahkan semakin enjoooy.
Seandainya kita ditawarkan uang, dengan syarat usia kita dikurangi 3 hari ( 72 Jam ) berapakah
harga uang yang akan kita pasang..? sisi lain banyak orang yang nongkrong-nongkrong tanpa
tujuan dan aktifitas yang tidak bermanfaat, melebihi 72 jam kalau diakumulasi. tidak ada rasa
beban apa-apa, bahkan juga terasa enjooooy...
inilah ironisnya seseorang yang tidak tahu siapa yang sesungguhnya si Pencuri Waktu itu....
Marilah kita waspadai agar kita semakin menjaga pemberian harta trmahal yang kita miliki yaitu
waktu. marilah kita kenali siapa pencuri waktu itu...?
1. Mengikat Tali Sepatu.
2. Antrian Kasir. Antiran pengurusan surat spt SIM STNK dan sebagainya.
3. Nunggu di Halte dan stasiun Bis
4. Antri tiket dan nunggu kereta Stasiun.
5. Antri cek in dan nunggu boarding.. di Air port
6. Antri tiket dan menunggu kapal berlabuh di Pelabuhan.
7. Dalam pesawat, kapal atau kendaraan
8. ruang2 tunggu, sperti ruang tunggu praktek dokter.
9. Nunggu dan Menjaga Pasien.
10. Toilet, Mck
11. Restoran, rumah makan, warteg
12. Emperan toko, jembatan, trotoar, taman-taman, tangga Mall
13 . Pos Ojeg, Pos Ronda, Pos sekuriti persimpangan jalan..
13. Lampu merah, macetnya jalan raya, mogoknya mobil mengisi bensin dll
15. Melepas baju, pakaian, pakai baju dan pakaian, bercermin, memilih parfum
16. Acara TV yang tidak menambah Iman, Ilmu, dan Incom
17. Undangan-undangan yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom
18. Acara Radio yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom
19. Bacaan, koran, majalan, buku yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom
20. Ajakan ajakan teman yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom
dan lain lain, dan seterusnya dan sebagainya.....
Jika waktu-waktu tersebut tidak bisa kita siasati, maka berarti kita kecurian waktu. karena itulah
harus mempelajari seni memanfaatkan waktu luang. Zaman sekarang sudah banyak teknologi.
ada buku, ada MP3 ada Hp itu semua bisa kita manfaatkan untuk mengisi waktu waktu luang
dengan rumus setiap detik harus bertambah Iman, Ilmu dan Incom...
WebRepOverall rating

katanya urusan organisasi tapi. . .


Katanya urusan organisasi, beralih menjadi urusan pribadi..i
Katanya urusan organisasi, saling curhat bukan urusan yang basi..
Katanya urusan organisasi, tapi banyak tebar pesona sana-sini..
Katanya urusan organisasi, panggilannya akhi-ukhti..
Katanya urusan organisasi, kerumah lawan jenis sampai malam menghiasi..
Katanya urusan organisasi, bikin acara bareng saling mengisi..
Katanya urusan organisasi, foto bareng dengan senyum manias yang dimiliki..
Katanya urusan organisasi,duh jadi bingung sendiri..
Katanya urusan organisasi, dakwah yang dijadikan tameng lagi..
Katanya urusan organisasi, telponan sama lawan jenis udah berani..
Katanya urusan organisasi, liat lawan jenis sambil cari informasi..
Katanya urusan organisasi, ko jadi lebay sekali..?

copasan from sarah f