Angkatan ke 3
Menjadi Sekolah Unggulan Yang Melahirkan Generasi Islami, Cendikia dan Mandiri
Jumat, 04 Mei 2012
Minggu, 11 Maret 2012
man jadda wa jada? masiih zaman?

Anda pernah mendengar ungkapan Man Jadda Wa Jada?
Namun sudahkah Anda mengaplikasikan prinsip ini? Banyak
sudah tahu namun masih sedikit yang
mengaplikasikannya.
Banyak contoh yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari,
banyak orang yang tidak menerapkan prinsip ini. Mereka
cepat menyerah, berhenti berusaha, dan menyerah
pada nasib.
Ciri utamanya ialah suka mengatakan “saya tidak bisa”.
Definisi Man Jadda Wa Jada
OK, bagi yang tahu artinya, man jadda wa jada berarti
barangsiapa bersungguh-sungguh pasti dapat. Setahu
saya, ini bukan hadist, meski menggunakan bahasa Arab.
Mungkin sejenis pepatah Arab tetapi mengandung makna
yang dalam.
Kata kunci dalam pepatah ini ialah jadda atau bersungguh-
sungguh. Jadi, sejauh mana Anda sudah mengaplikasikan
pepatah ini ialah sejauh mana Anda bersungguh-sungguh.
Mengukur Man Jadda Wa Jada Pada Diri Anda
Silahkan Anda periksa pertanyaan berikut dan jawablah
dalam hati Anda. Silahkan Anda ukur diri Anda tanpa dalih
tanpa alasan (jika bersungguh-sungguh ingin maju).
Sudahkah Anda bersungguh-sungguh melihat peluang .
Coba lihat catatan Anda, sudah seberapa banyak potensi
peluang yang Anda catat?
Seberapa dalam Anda meneliti sebuah ide bisnis ?
Seberapa banyak ide-ide mengoperasikan bisnis yang
sudah Anda coba?
Seberapa banyak ide-ide pemasaran yang sudah Anda
lakukan?
Sudah berapa kali Anda gagal dan bangkit lagi mencoba?
Seberapa keras Anda mencari solusi masalah Anda?
Berapa banyak kontak yang sudah Anda kumpulkan untuk
mendukung bisnis Anda?
dan sebagainya.
Man Jadda Wa Jada Belum Membumi Jika Masih
Berdalih "Tapi saya…”. Yah… jika Anda masih suka mengatakan “tapi”
sebagai dalih tidak berusaha, artinya Anda belum
bersungguh-sungguh. Mungkin dalih Anda benar, tetapi
tetap saja Anda tidak meraih apa yang Anda inginkan .
Jika Anda memang bersungguh-sungguh, akan selalu ada
jalan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Akan selalu
ada jalan untuk menyelesaikan masalah Anda. Potensi
pikiran, hati, dan tubuh Anda sudah cukup untuk mengatasi
masalah Anda. Sebesar apa pun masalah Anda. Begitu juga
potensi Anda cukup untuk meraih pencapaian tertinggi yang
bisa dicapai manusia. Semua orang memiliki potensi yang
sama, yang berbeda ialah sejauh mana kita menggunakan
potensi tersebut. Sejauh mana kita membumikan man
jadda wa jada dalam hidup Anda.
Cara Membumikan Man Jadda Wa Jada
Langkah selanjutnya ialah kita harus membumikan Man
Jadda Wa Jada , bukan hanya pepatah penghias dinding,
tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan kita.
1. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan
mengalahkan rasa malas yang menghambat Anda untuk
bertindak.
2. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan mencari
cara mengatasi rintangan dan halangan yang ada di depan
Anda.
3. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan berusaha
melengkapi apa yang menjadi kekurangan Anda untuk
meraih tujuan besar Anda.
4. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan belajar jika
Anda belum bisa melakukan sesuatu yang diperlukan untuk
meraih sukses .
5. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda tidak akan
mudah berhenti, terus berpikir kreatif, mencoba dan
mencoba sampai Anda menemukan jalan yang tepat.
6. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda tidak akan kalah
dengan alasan, justru akan berusaha mengatasi alasan
tersebut.
Silahkan ukur diri Anda, sejauh mana Anda membumikan
man jadda wa jada dalam kehidupan Anda.
Cara Meraih Pencapaian Luar Biasa
Pikiran positif sangat penting, sebab semua berawal dari
pikiran Anda. Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Mungkin
Anda pernah mendengar apa yang disebut dengan kejaiban
berpikir positif, yang katanya “jika Anda berpikir bisa, maka
Anda akan bisa”. Tentu saja, sebagai seorang Muslim, kita
menambahkan insya Allah, sebab kita tidak bisa memastikan
secara mutlak. Pencapaian luar biasa akan Anda capai jika
Anda mulai berpikir positif, mulai yakin Anda bisa.
“Jika Anda berpikir bisa, insya Allah Anda akan bisa.”
Senin, 05 Maret 2012
Kata-kata Hikmah
BIASAKANLAH DIRIMU DENGAN KEBIASAAN HIDUP ITU SENDIRI
قام
بترجمته : ابن عبد الجميل الشروي
الدهر يومان ذا أمن وذا خطر والعيش عيشان ذا صفو
وذا كدر
أما ترى البحر تعلو فوقه الجيف وتستقر
بأعصى قاعه الدرر؟!
وفي السماء نجوم لا عداد لها وليس
يكسف إلا الشمس و القمر !!
1.Masa-masa yang dilewati manusia
selama hidupnya itu hanya ada dua : masa yang aman tentram dan masa yang penuh
kekhawatiran dan bahaya.
Dan kehidupan di dunia itupun hanya hanya memiliki dua
bentuk : kehidupan yang menyenangkan dan kehidupan yang menyedihkan.
2.Tidakkah kamu
melihat bahwa bangkai-bangkai yang telah membusuk itu mengapung di atas laut
Sementara di kedalamannya terdapat berbagai macam mutiara
?!
3.dan di langit terdapat bintang-bintang yang tidak terhitung
jumlahnya
Dan tidak satupun yang ditutupi ( sehingga menjadi
gerhana ) kecuali matahari dan rembulan.
( الجوهر النفيس في شعر الإمام محمد بن إدريس ص: 71-71)
kau kau si pencuri waktu ku. . .

Jika seseorang kehilangan prabot rumah tangga karena dicuri maling biasanya bikin geger.
tetapi kecurian waktu yang jika digunakan untuk mencari rizki akan bernilai berlipat-lipat dari
prabot rumah tangga. biasanya tidak heboh, bahkan semakin enjoooy.
Seandainya kita ditawarkan uang, dengan syarat usia kita dikurangi 3 hari ( 72 Jam ) berapakah
harga uang yang akan kita pasang..? sisi lain banyak orang yang nongkrong-nongkrong tanpa
tujuan dan aktifitas yang tidak bermanfaat, melebihi 72 jam kalau diakumulasi. tidak ada rasa
beban apa-apa, bahkan juga terasa enjooooy...
inilah ironisnya seseorang yang tidak tahu siapa yang sesungguhnya si Pencuri Waktu itu....
Marilah kita waspadai agar kita semakin menjaga pemberian harta trmahal yang kita miliki yaitu
waktu. marilah kita kenali siapa pencuri waktu itu...?
1. Mengikat Tali Sepatu.
2. Antrian Kasir. Antiran pengurusan surat spt SIM STNK dan sebagainya.
3. Nunggu di Halte dan stasiun Bis
4. Antri tiket dan nunggu kereta Stasiun.
5. Antri cek in dan nunggu boarding.. di Air port
6. Antri tiket dan menunggu kapal berlabuh di Pelabuhan.
7. Dalam pesawat, kapal atau kendaraan
8. ruang2 tunggu, sperti ruang tunggu praktek dokter.
9. Nunggu dan Menjaga Pasien.
10. Toilet, Mck
11. Restoran, rumah makan, warteg
12. Emperan toko, jembatan, trotoar, taman-taman, tangga Mall
13 . Pos Ojeg, Pos Ronda, Pos sekuriti persimpangan jalan..
13. Lampu merah, macetnya jalan raya, mogoknya mobil mengisi bensin dll
15. Melepas baju, pakaian, pakai baju dan pakaian, bercermin, memilih parfum
16. Acara TV yang tidak menambah Iman, Ilmu, dan Incom
17. Undangan-undangan yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom
18. Acara Radio yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom
19. Bacaan, koran, majalan, buku yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom
20. Ajakan ajakan teman yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom
dan lain lain, dan seterusnya dan sebagainya.....
Jika waktu-waktu tersebut tidak bisa kita siasati, maka berarti kita kecurian waktu. karena itulah
harus mempelajari seni memanfaatkan waktu luang. Zaman sekarang sudah banyak teknologi.
ada buku, ada MP3 ada Hp itu semua bisa kita manfaatkan untuk mengisi waktu waktu luang
dengan rumus setiap detik harus bertambah Iman, Ilmu dan Incom...
WebRepOverall rating
katanya urusan organisasi tapi. . .

Katanya urusan organisasi, beralih menjadi urusan pribadi..i
Katanya urusan organisasi, saling curhat bukan urusan yang basi..
Katanya urusan organisasi, tapi banyak tebar pesona sana-sini..
Katanya urusan organisasi, panggilannya akhi-ukhti..
Katanya urusan organisasi, kerumah lawan jenis sampai malam menghiasi..
Katanya urusan organisasi, bikin acara bareng saling mengisi..
Katanya urusan organisasi, foto bareng dengan senyum manias yang dimiliki..
Katanya urusan organisasi,duh jadi bingung sendiri..
Katanya urusan organisasi, dakwah yang dijadikan tameng lagi..
Katanya urusan organisasi, telponan sama lawan jenis udah berani..
Katanya urusan organisasi, liat lawan jenis sambil cari informasi..
Katanya urusan organisasi, ko jadi lebay sekali..?
copasan from sarah f
Kamis, 01 Maret 2012
Haramain Salaat Recordings: News
Haramain Salaat Recordings: News: one of the Muazins of Masjid Nabwi, Shaykh Hamzah Hussain Afeefi passed away on Sunday, 26th February 2012 and 4th Rabee-Ul-Thani 1433 befo...
Rabu, 29 Februari 2012
Kamis, 23 Februari 2012
Syiir Imam Syafi'i
Manfaat Berpergian
تغرب عن الأوطان في طلب العلا & وسافر ففي السفر خمس فوائد
تفـــــرج هــم واكـــتسـاب
مــعيــشــــة & وعلم
وآداب وصحبة ماجـــــــــــــد
Tinggalkanlah
tanah kelahiranmu untuk mencari kemulyaan....
Dan bepergianlah,
karena di dalam bepergian itu terdapat lima manfaat....
Yaitu menghilangkan
kegundahan dan mendapatkan pekerjaan...
Dan ilmu
dan kebudayaan dan hidup bersama orang yang mulia...
Laa Tusrifuu, Jangan Lebay la

Secara sederhana pengertian atau arti kata lebay adalah "berlebihan”. Sebenarnya definisi, disini lebih
pada kesepakatan bersama. Karena kalau kita
cari di kamus besar bahasa indonesia (KBBI) kita
tidak akan menemukannya. (Percayalah,
kangmoes sudah membuktikannya )
Benarkah Allah membenci berlebihan? Banyak
ayat Al Quran maupun hadits yang menjelaskan
hal ini, salah satunya:
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang
indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan
minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-
orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raaf:31)
Sudah percaya? Ya, lebay atau belebih-lebihan
tidak disukai oleh Allah. Kalau sudah tidak
disukai oleh Allah, itu kerugian besar, karena
kita hanya beribadah dan meminta kepada
Allah. Bagaimana jika ibadah tidak diterima?
Bagaimana jika permintaan kita tidak
dikabulkan oleh Allah. Makanya, jangan lebay!
Jangan Lebay Pada Bidang Apa Saja?
Jika kita membaca ayat-ayat dan hadits tentang
larangan berlebihan, kita bisa melihat bahwa
larangan ini untuk semua bidang. Contoh pada
ayat diatas adalah pada pakaian, makanan, dan
minuman. Banyak ayat yang menjelaskan
bahwa Allah tidak menyukai sikap berlebihan
secara general.
Jangan Lebay Dalam Cinta
Salah satu fenomena di dunia remaja adalah
lebay dalam persoalan cinta. Semua tindakan
dan pikiran hanya fokus pada cinta lawan jenis.
Update status, tentang cinta. Ngerumpi sama
temannya, tentang cinta. Tidak ada yang lepas
dalam pikirannya kecuali cinta lawan jenis.
Padahal, masih banyak hal lain, yang lebih
besar dan penting untuk dipikirkan. Tentang
studi dan karir di masa depan, ini lebih penting
untuk dipikirkan dan disiapkan. Yang
terpenting, bahkan ini sering dilupakan ialah
tentang masa depannya di akhirat. Mereka
berlebihan untuk urusan cinta terhadap lawan
jenis, namun melupakan cintanya kepada Allah
dan cinta Allah kepada mereka.
Banyak kasus, demi cintanya kepada lawan
jenis, dia tidak memperdulikan masa depannya
di akhirat dengan melakukan tindakan yang
jelas-jelas dilarang, yaitu berzina dan bunuh
diri. Termasuk durhaka kepada orang tua.
Semuanya dilakukan demi cinta yang tidak pada
semestinya.
Bukankah cinta itu fitrah? Bukankah manusia
itu berjodoh?
Ya tentu saja. Allah menanamkan rasa cinta
kepada manusia, cinta itu fitrah dan cinta itu
anugrah. Yang perlu diperhatikan disini, bukan
berarti kita tidak boleh mencintai, tetapi jangan
lebay dalam cinta. Cintailah sewajarnya,
termasuk bencilah sewajarnya.
Rasulullah Saw, bersabda, Cintailah kekasihmu
sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat
nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci.
Bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat
nanti ia akan menjadi kekasihmu. ( HR. Al-
Tirmidzi).
Persiapkanlah Masa Depanmu
Selain cinta, kita pun jangan lebay untuk
berbagai hal lainnya. Dibawah ini, fenomena
yang sering terjadi dan yang termasuk
berlebihan:
1. Asik dengan internet seperti facebook, twitter,
chatting, dan nonton youtube. Internet adalah
teknologi dan memberikan manfaat, tetapi jika
kita berlebihan, malah akan membawa dampak
buruk bagi kita. Jangan sampai kita terjebak,
menghabiskan waktu kita yang berharga untuk
HANYA berinternet ria.
2. Lebay dalam berpakaian. Yang dimaksud lebay
dalam perpakaian ialah yang memakai sesuatu
yang tidak pada semestinya, membuka bagian
tubuh berlebihan. Tetapi seorang muslimah
yang menutup semua auratnya bukanlah lebay,
justru yang lebay ialah yang membuka aurat
yang berlebihan. Anda hanya boleh membuka
aurat di depan pasangan (suami istri), muhrim,
dan saat tidak ada orang lain, diluar itu artinya
lebay.
3. Lebay dalam perkataan. “Dari Abu Hurairah r.a,
sesungguhnya Rasululloh bersabda, “Barang
siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir
hendaklah berkata baik atau diam.” (HR
Mutafaqun ‘alih). Perkataan yang baik adalah
perkataan bernilai ibadah, dakwah, dan
membawa kebaikan baik bagi yang bicara
maupun yang mendengarkan. Jangan lebay,
hanya membicarakan artis, lawan jenis, film,
dan berbagai hal yang kurang bermanfaat
lainnya.
4. Jangan lebay dalam mencari dan
mengumpulkan harta. Mencari rezeki adalah
kewajiban, namun jangan sampai terjebak
sampai kita melupakan ibadah lainnya mulai
dari shalat sampai kewajiban untuk dakwah
dan jihad. Mencari rezeki harus, tapi jangan
lebay. Ada hal lain yang tidak kalah pentinya,
yaitu Allah dan keluargamu.
5. dan lain-lain.
Intinya adalah, kita jangan lebay dengan apa
yang kita rasakan, pikirkan, dan lakukan saat ini
karena kita harus mempikirkan masa depan
kita, yang jauh lebih penting. Baik itu masa
depan di dunia dan di akhirat.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah
kepada Allah dan hendaklah setiap diri
memperhatikan apa yang telah diperbuatnya
untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah
kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( QS Al
Hasyr:18)
Adakah Berlebihan dalam Ibadah?
Tentu saja ada. Yang dimaksud berlebihan
dalam ibadah ialah:
Pertama: menambah-nambah ibadah tidak
sesuai dengan ajaran Rasulullah saw. Ini yang
disebutkan dengan bid’ah.
Kedua: menjalankan ibadah tidak seimbang,
misalnya terus puasa, tidak menikah, terus
shalat, padahal masih ada ibadah-ibadah
lainnya. Coba simak hadits dibawah ini:
“Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
Ada tiga orang yang datang ke rumah istri-istri
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka
bertanya tentang ibadah Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam. Setelah mereka diberitahu, seakan-
akan mereka menganggap ibadah Nabi hanya
sedikit, dan mereka berkata, ‘Di manakah
tempat kami dibandingkan dengan Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal beliau
telah diampuni semua dosanya baik yang telah
lalu maupun yang akan datang’. Salah seorang
di antara mereka berkata, ‘Saya selamanya
shalat sepanjang malam’. Yang lain berkata,
‘Saya selamanya berpuasa sepanjang tahun dan
tidak pernah berbuka’. Yang lain lagi berkata,
‘Saya menjauhkan diri dari perempuan dan
tidak akan kawin selama-lamanya’. Kemudian
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang
dan berkata kepada mereka, ‘Kaliankah yang
tadi berkata demikian dan demikian? Demi
Allah, sesungguhnya saya adalah orang yang
paling takut dan paling bertakwa kepada Allah
di antara kalian, tetapi saya berpuasa dan
berbuka, shalat dan tidur malam, dan saya juga
menikah dengan perempuan. Barangsiapa yang
benci terhadap sunnahku, maka ia tidak
termasuk golonganku’.” ( Muttafaq ‘alaih)
Namun, tidak ada kata lebay dalam ibadah
secara umum. Jika seseorang mengisi seluruh
hidupnya dengan ibadah (sesuai dengan
tuntunan dan seimbang), maka itu bukanlah
lebay, memang seperti itu seharusnya karena
manusia diciptakan memang untuk beribadah.
Jangan lebay, perhatikanlah hari esok mu.Safnegari
Rabu, 22 Februari 2012
Kamis, 16 Februari 2012
Guru terpercaya

[SAFnegari] Inilah kenangan Syaikh Yusuf al-Qaradhawi semasa kecil. Beliau bertutur bahwa di kampungnya terdapat dua orang kuttab (guru yang mengajarkan menghafaal al-Quran). Syaikh Yamani Murad dan Syaikh Hamid Abu Zuwail. Untuk pertama kalinya beliau belajar pada Syaikh Yamani. "Tapi kami hanya bertahan satu hari belajar berrsama Syaikh Yamani," ungkap Syaikh Qaradhawi mengenang masa kecilnya. "Setelah itu, kami tidak pernah lagi bersedia kembali belajar pada beliau," tambahnya.
Apa sebabnya? Sederhana saja. Lebih dikarenakan cara Syaikh Yamani mengajar. Untuk membuat muridnya giat, Syaikh Yamani sering menghukum murid-muridnya, yang terkadang dilakukan beliau tanpa sebab yang jelas. Sejak saat itu, Qaradhawi kecil tidak bersedia belajar pada Syaikh Yamani. "Tapi, dari sana saya belajar untuk tidak gemar mendzalimi dan tidak suka didzalimi." Kenang Syaikh Qaradhawi.
Akhirnya, ibundanya menyuruh belajar pada Syaikh
Ahmad. Untuk meyakinkan putranya, sang ibu berjanji
menitipkan langsung pada Syaikh. Syaikh Qaradhawi
sangat teringat apa yang diungkapkan ibundanya.
"Syaikh," kata ibunya, "Anak ini merupakan amanah untuk anda." Ibu," jawab Syaikh Ahmad, "Dia adalah anak saya juga.
Insya Allah, dia akan selalu saya awasi." Apakah Syaikh
Ahmad sama sekali tidak pernah menghukum? Tidak juga. Qhardhawi kecil pernah akan dihukumnya karena sering berenang di sungai Nil. Hanya karena kasih sayang dan akhlak yang dimiliki Syaikh Ahmad sajalah yang menjadikan Qaradhawi kecil bertahan dan gigih belajar.
Tak segan Syaikh memuji Qaradhawi sebagai murid yang berrsungguh-sungguh, memiliki daya tangkap yang baik, dan selalu hadir di kelas paling awal. Semua itu dirasakan Qaradhawi kecil sebagai sebagai sikap yang tulus dan penuh keikhlasan. Tak mengherankan jika Qaradhawi kecil sampai mengatakan, "Kami sangat khawatir jika harus berpisah dengan Syaikh Ahmad."
_________________
Kita mungkin pernah mengenang guru-guru kita yang
terpercaya. Boleh jadi hingga saat ini kita masih
mengingatnya. Guru yang pernah mendidik kita dengan ketulusan dan keikhlasan. Guru yang menuangkan kasih sayangnya pada kita dengan sepenuh jiwa. Guru yang mengajari murid-muridnya semata karena hendak mencari keridlaan Allah. Guru yang memahami murid-muridnya dengan sebaik-baiknya. Pada mereka kita selalu panjatkan doa, "Semoga Allah membalasnya dengan yang
lebih baik." sbagai pendidik, waktu terbanyak kita adalah mengajar. jika separuh waktu hidup kita habis di depan murid,sementara kita melakukannya tanpa keikhlasan, adakah pahala dari Allah ta'ala yang akan kita peroleh? Jika waktu terbanyak kita adalah bersama anak-anak, sementara kebersamaan itu sarat dengan bentakan dan cacian, adakah yang kita dapatkan? Sungguh, pada Syaikh Ahmad-Gurunya Syaikh Qaradhawi- kita belajar. Semoga kelak murid-murid kita menjadi pribadi-pribadi yang salih
dan bermanfaat bagi orang lain.
Berapa gaji yang diperlukan agar seorang guru
bertambah keikhlasannya ? berapa tunjangan yang
diperlukan seorang guru agar secara tulus bersedia
menghadapi anak-anak yang beragam, mengusap ingus anak dengan kasih sayang ? Sungguh, bukan besarnya gaji dan tunjangan yang melahirkan semua itu. Panggilan jiwa sebagai pengajarlah yang mendorong mereka mengajar dengan sepenuh hati. Semoga Allah memudahkan. []
Mekah menjadi pusat penyatuan tgl hijriah

[SAFnegari linked antara] Kota Suci Mekkah, Arab Saudi, bakal menjadi pusat
lembaga riset dan astronomi sesuai dengan rekomendasi
konferensi Liga Muslim sedunia guna menyatukan
penanggalan hijriah dengan melibatkan para ulama
terkemuka.
Rekomendasi dari konferensi tersebut amat penting
karena terkait dengan penentuan penetapan bulan
Qomariah. Tentu pula melibatkan para ulama syariah,
ulama ahli hisab dan falak.
Seperti diberitakan sebelumnya Lembaga Fikih Islam
(Islamic Fiqh Academy) di bawah Liga Muslim Sedunia,
pada Ahad 13 Februri 2012, bertempat di kantor lembaga
muslim sedunia mengadakan konferensi penentuan
bulan Qomariah.
Konferensi keempat tersebut dipimpin oleh Mufti Umum
Arab Saudi Selaku Ketua Lembaga Ulama Besar dan riset
ilmiah serta fatwa Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Al-
Syeikh dan dihadiri oleh Sekjen Liga Muslim Sedunia Dr.
Abdullah bin Abdul muhsin Al-Turki dan Sekjen Lembaga
Fikih Islam Sholeh bin Zein Al-Marzuki AL-Bagmi.
Dalam konferensi tersebut dibahas enam makalah terkait:
sejauhmana pengitungan dengan hisab astronomi dalam
hal negatif dan dalam hal positif.
Sidang itu juga diikuti oleh menteri wakaf dan urusan
agama Jordan Dr. Abdussalam Al-Abbadi, anggota dewan
ulama Saudi Syeikh Abdullah bin Sulaiman al-Muni`,
mantan mufti Republik Arab Mesir Dr. Naser Farid
Muhammad Washel, anggota komisi ilmiah konferensi
Syeikh Abdul Aziz bin Sholeh al-Humeid, anggota lembaga
riset Islam di Azhar Dr Muhammad bin Ahmad al-Sholeh
serta anggota lembaga pengajaran Universitas Imam
Muhammad bin Suud Dr. Muhammad bin Turki al-
Khastlan.
Para peserta menjelaskan bahwa perbedaan negara-
negara Islam dalam penentuan bulan Qomariyah bukan
hal yang baru, hal ini merupakan perbedaan yang terjadi
sejak lama seiring dengan meluasnya Islam ke barat dan
ke timur ke selatan dan utara, namun perbedaan ini baru
terasa pada zaman ini setelah berkembangnya teknologi
dan informasi.
Dunia seakan akan dalam satu kampung. Perbedaan yang
paling utama adalah dalam penentuan bulan Ramadhan,
Syawal dan Zulhijjah dimana terjadi perbedaan penentuan
tanggal antara negara Arab dan Islam dan ada
kemungkinan disatukan antara mereka sesuai dengan
ru`yat syar`iyah dan ilmiah yang patuh pada dalil qoth`i
dan dhanni Al-Quran dan sunnah serta ijtihad para ahli
fikih.
Setelah itu dibahas tiga masalah pokok, pertama : teks-
teks syariat terkait ru`yat bulan Qomariyah. Kedua:
mazhab para ahli fikih dan para mujtahid dalam metode
ru`yat syar'iyah dalam penentuan penanggalan hijriyah
terpadu dan bulan Qomariyah. Ketiga: mengutamakan
dan memilih hal yang harus diikuti dan diterapkan secara
praktek di antara umat Islam dewasa ini.
Resolusi Hasil Konferensi
Menurut Abdullah M Umar, dari kantor Konsulat Jenderal
RI di Jeddah, Kamis, pada konferensi yang berlangsung
selam tiga hari tersebut dihasilkan resolusi sebagai
berikut:
Pertama, bahwa asli penentuan masuk dan keluarnya
bulan Qomariyah adalah ru`yat, apakah dilakukan
dengan mnggunakan mata saja atau dengan bantuan alat
astronomi, dan jika tidak terlihat hilal maka
disempurnakan 30 hari. Sesuai dengan hadis yang
diriwayatkan oleh imam Bukhori.
Hadis-hadis tersebut tentu saja merupakan dalil bahwa
ru'yat merupakan asli penentuan masuk dan keluarnya
bulan Qomariyah
Kedua, bahwa melihat hilal merupakan wajib kifayah,
tidak sah hal yang wajib kecuali dengan hal ini. Hal ini
diperkuat oleh tindakan dan keputusan Rasulullah.
Ketiga, saksi harus memenuhi beberapa kriteria yang
ditetapkan agar persaksiannya diterima dan ditolak jika
tidak terpenuhi, istbat dapat diterima sesuai dengan cara
pandang melihat hilal, dll dan kesaksiannya tidak
diragukan.
Keempat, pehitungan astronomi atau hisab falak
merupakan ilmu yang ada untuk menunjang ru`yat yang
memiliki landasan dan kaidah tertentu, hasilnya patut
menjadi pertimbangan, diantaranya untuk mengetahui
waktu yang berdekatan, mengetahui terbenamnya bulan
sebelum terbenamnya atau terbitnya matahari.
Ketinggian bulan di ufuk dalam suatu malam yang
didahului oleh kedekatannya sedikit atau banyak.
Untuk itu hendaknya kesaksian melihat hilal diterima jika
rukyat dianggap tidak mustahil dari segi ilmu yang
diterima secara qathi` sesuai yang dikeluarkan oleh
lembaga astronomi yang resmi. Hal tersebut dalam
keadaan tidak terjadinya iqtiron (kedekatan) atau dalam
keadaan tenggelamnya bulan sebelum hilangnya
matahari.
Kelima, ru'yat hilal bagi muslim minoritas di sebuah
negara kawasan atau regional disesuaikan dengan
muslim lainnya sebagai praktek dari penyatuan puasa dan
berbukanya.
Keenam, terkait dengan negara dimana terdapat muslim
minoritas, yang tidak mungkin melihat hilal karena
berbagai sebab, maka harus mengikuti negara Islam
terdekat atau negara terdekat yang ada umat Islamnya.
Keluarnya keputusan hilal di negara tersbut melalui
perwakilan islamic center atau lembaga lain.
Ketujuh, penentuan awal bulan Qomariyah terkait
dengan ibadah merupakan masalah syariah yang menjadi
tanggungjawab para ulama syariah melalui lembaga yang
resmi, adapun tanggungjawab para ahli astronomi dan
lembaga astronomi dalam memberikan perhitungan
atronomi yang mendetail terkait kelahiran bulan dan
posisi hilal, memperkirakan keadaan rukyat di tiap tempat
dan hal lain yang merupakan informasi yang dapat
membantu lembaga syariat dalam mengeluarkan
keputusan yang detail dan benar.
Kedelapan, syariat tidak melarang penggunaan
metodelogi ilmu moderen seperti, perhitungan astronomi,
alat pengintai dll dalam kemaslahatan dan pergaulan
manusia. islam tidak bertentangan dengan ilmu dan
realitanya.
Kesembilan, jika masuknya bulan terbukti oleh lembaga
syariat dan dilegalisasi oleh pemerintah di sebuah negara
islam maka tidak boleh diragukan setelah keputusan
dikeluarkan. karena hal ini merupakan masalah ijtihad
dimana perbedaan diputuskan oleh pemerintah.
Kesepuluh, menyerukan kepada pemerintahan Islam
untuk memperhatikan metode rukyat dan menentukan
lembaga ru'yat dalam hal ini konferensi memuji upaya
sebagian negara Islam dalam rukyat dan menciptakan
tempat dua astronomi, terutama upaya Saudi dengan
mendirikan King Abdul Aziz City for Sience and Teknologi.
Kesebelas, konferensi merekomendasikan agar Liga
Muslim sedunia membentuk lembaga ilmiah terdiri dari
para ulama syariah dan ulama astronomi yang ahli dalam
riset dan kajian kedua bidang tersebut. Lembaga tersebut
diharapkan berpusat di Mekkah dan akan menyatukan
tanggal dimulainya kalender hijriyah yang menjadi acuan
umat Islam seluruh dunia. sony.af from [ANTARA]
Rabu, 15 Februari 2012
Pengajar SMA Plus Cendikia Cikeas ke India
Yoli Hemdi, MA, pengajar bahasa Inggris di SMP-SMA
Cendikia Cikeas berhasil mendapatkan beasiswa dan mengikuti International
Training Program di English and Foreign Languages University (EFL-U) Hyderabad-India
15 September-07 Desember 2011. Guru SMP-SMA Cendikia Cikeas ini adalah
satu-satunya utusan Indonesia dari lebih 90 peserta yang berdatangan dari 30
negara di Asia, Amerika-Latin, Afrika dan Eropa.
Selain berprofesi sebagai pengajar atau dosen, para
peserta juga berlatar belakang diplomat, pengacara, manajer, pejabat negara, ilmuan,
dan lain-lain. Selama program ini, seluruh peserta bekerjasama memacu kemampuan
bahasa Inggris ke tingkat profesional yang bukan saja bertujuan memajukan
pendidikan bahasa Inggris tetapi juga membangun kerjasama internasional.
Drs.
H. Lazuardi, kepala sekolah SMA Cendikia Cikeas menyambut gembira peluang ini, “Kini
kita tengah mengadakan pelatihan bahasa Inggris dan TOEFL untuk majlis guru.
Diharapkan, di masa-masa yang akan datang guru-guru SMP-SMA Cendikia Cikeas
bisa mengikuti berbagai program lainnya di luar negeri. Sehingga mutu
pendidikan Cendikia Cikeas terus meningkat.”Senin, 13 Februari 2012
CERITA HIKMAH
Akibat Yang Kita Dapat Adalah Dari Apa Yang Kita Perbuat
Diterjemahkan oleh Durri Misbahussurur Lc
Guru SMA Plus Cendikia Cikeas
Ulama'-ulama' dahulu pernah bercerita tentang seorang laki-laki yang memiliki ayah yang sudah tua renta, setiap hari laki-laki tersebut selalu melayani segala kebutuhan ayahnya sampai akhirnya dia merasa bosan dan letih.
Pada puncaknya, laki-laki tersebut berniat membunuh sang ayah di tengah padang pasir, agar tidak diketahui oleh orang lain. akhirnya, sang laki-laki menggendong ayahnya dan dijatuhkan begitu saja ke atas pasir. Mendapat perlakuan yang tidak sopan dari anaknya, sang bapak lantas bertanya.
Bapak : " Wahai anakku, apa yang hendak engkau lakukan kepadaku "?
Anak : " Aku hendak membunuhmu".
Mendengar jawaban itu, sang bapak langsung terkejut kemudian berkata.
Bapak : " Wahai anakku, apakah ini balasannya ? Setelah semua kebaikan yang aku lakukan kepadamu dari kecil sampai sekarang ?
Anak : " Aku harus membunuhmu, kamu telah membuatku muak, bosan dan capek karena mengurusi segala kebutuhanmu selama bertahun-tahun."
Bapak : " Wahai anakku, bila memang engkau harus membunuhku, maka janganlah engkau bunuh aku disini ! Tapi bunuhlah aku di padang pasir berikutnya.
Anak : " Kenapa kamu ingin aku bunuh disana ?!"
Bapak : " Wahai anakku, bila memang akibat yang akan aku dapat adalah karena apa yang telah aku perbuat maka bunuhlah aku di padang pasir berikutnya ! karena di tempat itulah dulu aku membunuh ayahku....dan sekarang engkau berhak melakukan hal serupa kepadaku.
( Mahmud Almishri. Laa tahzan...Wab tasim lil hayat : 607 )
Minggu, 12 Februari 2012
HIJRAH
مافي المقام لذي عقل وذي أدب
من راحة فدع الأوطان واغترب
Bagi orang yang berakal dan beradab,Tinggal di tanah
kelahiran
Itu tidak memberikan rasa nyaman,maka tinggalkanlah
negeri kamu.
سافر تجد عوضا عمن تفارقه
فانصب فإن لذيذ العيش في النصب
Bepergianlah maka kamu akan mendapatkan pengganti dari
orang yang kamu tinggalkan
Bersusah payahlah kamu sesungguhnya lezatnya hidup itu
ada di dalam kesusahpayahan
(Al Jauharun Nafis Fi Syi’ril Imam Muhammad bin Idris
hal : 25 )
Langganan:
Komentar (Atom)

