Minggu, 08 Mei 2016

cara membuat Curriculum vitea

1. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat CV

  • Pada bagian paling atas, tulis nama Anda dengan font besar, masukkan foto di bagian kanan atas, nomor ponsel, e-mail, alamat rumah, dan tempat serta tanggal lahir.
  • Masuk pada bagian isi, hal yang penting dilihat tentu adalah pendidikan. Tidak perlu mencantumkan TK, SD, SMP. Cukup masukkan SMA dan tempat kuliah mencakup tahun masuk, tahun lulus, serta nilai akhir. Apabila Anda pernah magang atau bekerja, masukkan informasi tersebut di bawah informasi pendidikan. Pengalaman berorganisasi bisa ditaruh di tabel paling akhir. Hukum menulis CV nomor satu, yang terkini (recent) yang ditaruh di paling atas.
  • Bagi yang terlalu aktif berorganisasi, tidak perlu mencantumkan seluruh riwayat organisasinya. Hukum menulis CV nomor dua, KISS: keep it short and simple. Lima aktivitas terkini sudah cukup, tidak perlu memuat lima belas apalagi puluhan pengalaman kepanitiaan. Sampaikan dalam bullet points yang lebih mudah dibaca dibandingkan dengan dalam bentuk paragraph.
  • Hukum menulis CV nomor tiga, taruh fakta di atas fiksi. Misalnya, hindari menulis “menguasai Ms. Excel” di CV padahal Anda belum pernah melakukan Vlookup, Hlookup, dll. Percayalah, semua yang Anda tulis di sana kelak akan diverifikasi. Begitu Anda tidak bisa menjelaskan apa yang tertulis di CV, tamatlah riwayat Anda.
  • Hukum menulis CV nomor empat, tulislah dalam bahasa Inggris. Bukannya kontra nasionalisme, hanya saja sata ini kita sekarang berada di era global. Bolehkah menjiplak? Hati-hati. Apa yang Anda tulis di CV akan melambungkan ekspektasi pewawancara tentang kemampuan berbahasa Inggris Anda. Write what you can handle later.
  • Hukum menulis CV nomor lima, perhatikan nama perusahaan tempat Anda mengirimkan lamaran. Jangan sampai salah menulis nama perusahaan, baik pada saat mengirim surat lamaran berbentuk hard copy maupun soft copy. Apabila mengirim lewat e-mail, jangan mengirim ke beberapa alamat HRD perusahaan sekaligus sebab otomatis perusahaan akan tahu praktek “pukat harimau” a la pencari kerja seperti itu. Bagi perusahaan, tidak peduli Anda lulusan perguruan tinggi mana, Anda akan langsung dicoret dari daftar.
  • Hukum menulis CV nomor enam, masukkan spesifikasi bidang karier yang ingin Anda geluti dan berkorelasi dengan posisi pekerjaan yang sedang diincar. Kaitkan dengan kemampuan yang Anda miliki. Sekali lagi, hanya masukkan kemampuan yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Misalnya, hindari mencantumkan soft skill seperti “outgoing” ketika melamar sebagai financial analyst karena itu relatif bertentangan dengan kecenderungan perusahaan mencari analis yang berkarakteristik “introvert”. Jadi, kustomisasikan CV dengan pekerjaan. Jangan asal membuat satu template CV untuk dikirim ke seluruh lowongan pekerjaan yang Anda incar.
  • Apalagi yang bisa dilakukan untuk meng-upgrade CV? Sertifikasi! Kalau Anda telah memiliki sertifikat keahlian yang sekiranya bermanfaat membantu Anda bekerja, jangan lupa untuk memasukkannya ke dalam CV. Bahkan, tak jarang perusahaan yang mensyaratkan sertifikasi tertentu untuk beberapa lowongan pekerjaan. Tentunya ini akan menjadi competitive advantage tersendiri untuk Anda.
  • Dalam menulis CV, gunakan font yang mudah dibaca seperti Arial, hindari penggunaan font lebih dari satu jenis dan format italic. Semua ini semata-mata demi kemudahan untuk dibaca. Ingat bahwa CV dibuat dengan tujuan dibaca, bukan untuk ekspresi seni. Kecuali kalau Anda memang melamar untuk pekerjaan yang membutuhkan kreativitas tinggi seperti desainer.
  • Foto Anda di dalam CV pun menjadi salah satu faktor penentu. Di sini berlaku prinsip “kesan pertama begitu menggoda”. Pasanglah pose terbaik Anda dengandresscode formal namun bergaya santai. Pikirkan baik-baik, you are ‘selling’ yourself. Pastikan penampilan Anda rapi, atraktif, namun terkesan profesional.
Seperti apakah CV yang bagus. Format bakunya mungkin tidak ada, tetapi yang jelas CV yang bagus haruslah menarik perhatian, menimbulkan impresi yang bagus, menunjukkan pengalaman dan keterampilan yang relevan. Oleh karenanya Anda harus lakukan segala upaya untuk menimbulkan hal tersebut.

2. Isi sebuah CV

  • Key Personal Info (nama, alamat, email)
  • Profile (gambaran singkat tentang diri anda yang menggambarkan aspirasi karir Anda dan dapat membuat employer berpikir Anda tepat untuk posisi tersebut)
  • Employment (sejarah singkat pekerjaan terdahulu beserta apa yang anda lakukan. Bagi fresh graduate Anda bisa tulis pekerjaan magang atau proyek-proyek yang anda kerjakan semasa kuliah, ada baiknya mencantumkan pencapaian / prestasi terbaik yang di capai di setiap pekerjaan)
  • Education and other skills (lulusan apa, pernah training apa saja, keterampilan lain yang dimiliki)
  • Pengalaman organisasi (organisasi profesi, social kemasyarakatan atau organisasi kampus)
  • Interests (minat dan hobi)
  • Additional information (bisa berupa prestasi, karya tulis, beasiswa yang pernah diterima, dll)
  • References (referensi dari mantan atasan, dosen, tokoh masyarakat, dll)

3. Saran umum lainnya

  • Buatlah cv yang berbeda untuk setiap pekerjaan yang dilamar.
  • Sesuaikanlah kualifikasi yang anda tonjolkan dalam setiap CV dengan persyaratan yang dituntut dalam posisi yang dilamar.
  • Yakinlah bahwa pembaca CV anda akan mengerti dengan jelas apa-apa yang Anda tulis.
  • Tekankan pada prestasi Anda dan minimalkan kelemahan ( misal Anda bisa urai lebih dalam sebagai aktivis senat ketimbang IP Anda yang biasa saja).
  • Print dengan kualitas yang bagus dan jangan fotokopian.
  • Jangan Lupa buatlah Cover letter yang menarik juga dan kreatif sebagai pengantar CV kita.
  • Untuk lamaran buat perusahaan-perusahaan besar , pemakaian bahasa Inggris sering menjadi  nilai tambah
  • Terakhir, jangan pernah berbohong dengan mencantumkan yang tidak anda lakukan atau bukan Anda dalam CV.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar