Sikap Rezim Jokowi semakin cenderung pada PKI, dengan indikasi kuat : semakin banyaknya staff kepresidenan yang berasal dari kaum Merah/PKI, adalah Teten Masduki, Agus Prayitno, Eko Sulistoyo dan kader-kader PRD sangat kerap kali mengadakan pertemuan di Istana negara diatas jam 21.00 malam. mereka semakin merajalela.
Sejak HUT Kemerdekaan RI ke 70 kaum Merah PKI sangat eksplisit menunjukkan identitas mereka, pengibaran Bendera Palu Arit di sejumlah daerah menjadi indikasi kuat, juga bererdarnya film-film yang mengarah pada propaganda PKI. situasi ini merata dieluruh Nusantara, dari Belok Kiri Fest, Rakornas YPKP, Simposium PKI dan petunjukkan nyaynian Genjer-genjer, bahkan ada di sebuah daerah di Jawa Tengah yang menerapkan duahari menggunakan kaos berlogo Palu Arit. pernyataan yang simpang siur diantara pejabat negara, dari yang berubah-ubah sampai yang bertentangan secara terang-terangan terkait mensikapi kaum Merah PKI ini.
disaat yang sama Tap MPRS no. 25 tahun 1966 dan UU nomer 27 tahun 1999 masih berlaku, hal ini tidak bisa kita biarkan, karena menjadi preseden buruk tentang Indonesia dalam megelola negara NKRI tanpa PKI.
menghadapi situasi ini, para patriot bangsa, para ulama dan para pegiat politik di Indonesia harus mengambil sikap yang tepat dan tegas, karena PKI teru mengadakan langkah-langkah menuju proses balas dendam, perebutan kekuaaan, Kudeta ke 3.
Alhamdulillah, MUI, TNI dan gerakan terorganisir terus bekerja dalam menghadapi gerakan PKI ini, ditopang oleh ormas seperti NU, Muhammadiyah, FPI, Taruna Muslim termasuk GBN. keberadaan KOKAM, Banser, AAK, FAK, PERMAK, BARAK, AMFUI, KOBAR dan segera akan mengambil peran serius yakni BARIAN GANYANG PKI (BGPKI), akan menjadi baran penjaga keutuhan NKRI tanpa PKI, bersama dengan TNI/Polri. Pesantren, Kampus dan organisasi kepelajaran Islam dan kemahasiswaan Islam , juga pemuda Islam seperti GPII. dukungan penuh dari PP, KNPI< FKPPI dan lain-lain menguatkan barisan perlawanan.
disaat yang sama Tap MPRS no. 25 tahun 1966 dan UU nomer 27 tahun 1999 masih berlaku, hal ini tidak bisa kita biarkan, karena menjadi preseden buruk tentang Indonesia dalam megelola negara NKRI tanpa PKI.
menghadapi situasi ini, para patriot bangsa, para ulama dan para pegiat politik di Indonesia harus mengambil sikap yang tepat dan tegas, karena PKI teru mengadakan langkah-langkah menuju proses balas dendam, perebutan kekuaaan, Kudeta ke 3.
Alhamdulillah, MUI, TNI dan gerakan terorganisir terus bekerja dalam menghadapi gerakan PKI ini, ditopang oleh ormas seperti NU, Muhammadiyah, FPI, Taruna Muslim termasuk GBN. keberadaan KOKAM, Banser, AAK, FAK, PERMAK, BARAK, AMFUI, KOBAR dan segera akan mengambil peran serius yakni BARIAN GANYANG PKI (BGPKI), akan menjadi baran penjaga keutuhan NKRI tanpa PKI, bersama dengan TNI/Polri. Pesantren, Kampus dan organisasi kepelajaran Islam dan kemahasiswaan Islam , juga pemuda Islam seperti GPII. dukungan penuh dari PP, KNPI< FKPPI dan lain-lain menguatkan barisan perlawanan.
PKI TELAH BANGKIT, GERAKAN MEREKA SEMAKIN MASSIF PADA GENERASI MUDA INDONESIA SAATNYA KITA MENGAMBIL PERAN UNTUK MENGGANYANG PKI DAN MENATA INDONESIA SECARA , MUSYAWARAH, MUFAKAT MENUJU KEADILAN SOSIAL, UNTUK INDONESIA.
Dua Generasi Melawan PKI, Taufiq Ismail dan Alfian Tanjung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar